Muhmad Abdu Algifari
Departemen Menejemen Hutan
Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor
Departemen of Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology Bogor Agricultural University IPB
Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc
Dr Ir Lilik Noor Yuliati , MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. MD Djamaluddin, MSc
Ir. Retnaningsih, MS
Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: TEori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia
Catatan Kuliah Pertama
Saya Muhamad Abdu Algifari mahasiswa Departemen Menejemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.Pada hari Jum'at 5 September 2014 saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen sebagai SC. Kuliah ini disampaikan oleh Dosen yang sangat ahli di bidang konsumen, yaitu Prof Dr Ir Ujang Sumarwan MSc. Beliau juga menulis buku dengan judul Perilaku Konsumen yang dijadikan buku pegangan untuk mahasiswanya.
Para pemasar berkewajiban untuk
memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkannya, apa seleranya, dan
bagaimana ia mengambil keputusan, sehingga pemasar dapat memproduksi barang dan
jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pemahaman yang mendalam mengenai
konsumen akan memungkinkan pemasar dapat mempengaruhi keputusan konsumen,
sehingga konsumen mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar. Persaingan yang
ketat antarmerek menjadikan konsumen memiliki posisi yang semakin kuat dalam
posisi tawar-menawar.
Istilah
konsumen sering diartikan sebagai dua jenis konsumen, yaitu; konsumen individu
dan konsumen organisasi. Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk
digunakan sendiri. Konsumen organisasi meliputiorganisasi bisnis, yayasan,
lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya (sekolah, perguruan
tinggi, dan rumah sakit). Semua jenis organisasi ini harus membeli produk
peralatan dan jasa-jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan
organisasinya. Konsumen individu dan konsumen penting bagi perkembangan dan
pertumbuhan ekonomi. Konsumen akhir memilikikeragaman yang menarik untuk
dipelajari, karena ia meliputi seluruh individu dariberbagai usia, latar
belakang budaya, pendidikan, dan keadaan sosial ekonomi lainnya.
Konsumen
akan melakukan tiga macam perilaku yang terkait dengan barang jasa, pengalaman,
dan ide. Bagaimana ia mendapatkan barangnya? Bagaimana ia mengkonsumsinya?
Bagaimana ia menghilangkan sisa konsumsi atau bagian yang tidak dikonsumsinya?
Ada beberapa alasan mengapa perilaku konsumen dipelajari, pertama adalah
kepentingan pemasaran, kedua adalah kepentingan pendidikan dan perlindungan
konsumen, ketiga adalah untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang
perlindungan konsumen. Berbagai teori perilaku konsumen yang berkembang tidak
diuji secara empiris sampai pertengahan abad 20. Pengujian empiris dengan
survei dan eksperimen banyak dilakukan setelah disiplin pemasaran pada program
studi bisnis dan disiplin studi konsumen pada program studi ekonomi rumah
tangga berkembang. Pada dekade 1960-an disiplin perilaku konsumen muncul
sebagai sebuah disiplin yang berbeda. Perkembangan tidak lepas dari pengaruh
yang cukup besar dari para pakar, seperti George Katona, Robert Ferber, dan
John A Howard.
Proses
keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa akan
dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu (a) kegiatan pemasaran yang dilakukan
oleh produsen dan lembaga lainnya, (b) faktor perbedaan individu konsumen, (c)
faktor lingkungan konsumen. Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap
pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan
kepuasan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun
strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik. Pemahaman yang baik kepada
perilaku konsumen akan membantu para manajer pemasaran untuk melakukan hal-hal
berikut. Analisis lingkungan, riset pasar, segmentasi, positioning dan bauran pemasaran.
